Sekitar 3 bulan lebih terhitung bekerja sebagai karyawan di perusahaan media dengan posisi reporter berita harian. Perasaan yang timbul pun sangat bercampur aduk, kadang bangga terkadang pula seakan merasa bodoh. Seringkali berpikir apa sebenarnya yang dicari di ‘dunia’ seperti ini, membandingkan kehidupan di dunia sebelumnya yang bisa dikatakan aman dan lebih baik dari berbagai sudut pandang. Selama 8 bulan hidup tertatih-tatih, tanpa ada pijakan yang jelas, terkatung-katung pada sandaran yang hampir tidak bisa dipastikan keberadaannya, sejak memutuskan untuk menjalani kehidupan sesuai dengan hasrat hidup yang diyakini menjadi hal yang terutama dalam kehidupan.
Keputusan memang selalu disertai resiko. Ketika mengambil jalan hidup seperti yang dialami saat ini, resiko yang akan dihadapi memang bukanlah baru diketahui ketika menjalaninya. Namun memang mengalami resiko itu sangat jauh berbeda rasanya dengan hanya mengetahui dan memikirkannya saja. Sejak awal resiko itu telah diklasifikasikan menjadi bagian dalam proses pencapaian keinginan hasrat yang tertuliskan sebagai visi hidup. Namun kembali lagi, penglihatan di awal hanya sebatas mengetahui, tak bisa mengalami bagaimana rasanya menjalani resiko atas keputusan itu.
Semuanya ini bukan mengungkapkan suatu penyesalan, namun lebih kepada suatu pembelajaran hidup yang tentunya berharga. Meski hasil akhir belum terlihat juga terasa, lewat sikap iman, diyakini segala sesuatu pasti akan menjadi lebih baik di masa mendatang. Meski merasa tak mampu untuk menjalani, justru disaat inilah sikap pantang menyerah sangat dibutuhkan dan sepatutnya memegang kendali hidup, demi suatu visi.