Feeds:
Posts
Comments

Maro Teguh’s Note :

Sahabat-sahabat saya yang hatinya baik,

Kehidupan ini adalah sebuah buku yang terbuka lebar,
dan membuka dirinya bagi mereka yang ingin menemukan jawaban bagi semua pertanyaannya.

Sebagian membaca, dan mengerti.
Sebagian membaca, dan mengerti sebagian.

Ada yang selalu bertanya, tetapi tidak membaca.
Ada yang tidak membaca, tetapi berlaku seperti telah mengerti.

Banyak orang yang hanya memandang, tetapi tidak melihat.
Dan lebih banyak lagi, orang yang terlibat,
tetapi tidak menjadi bagian penting dari apa pun.

Itu sebabnya,
selain melihat dan terlibat dalam kesibukan bisnis dan kehidupan ini;
kita juga perlu mendengarkan,
dan mencapai transformasi diri yang dimungkinkan oleh mendengarkan.

Bertentangan dengan kecenderungan umum,
untuk mendahulukan berbicara karena kekhawatiran bahwa diri ini tidak terdengar;
biasakanlah diri ini untuk menahan bicara,
dan kemudian mendengar.
Karena,
jika kita berbicara, kita hanya bisa mengatakan yang sudah kita ketahui.
Tetapi,
jika kita mendengarkan, kita mungkin akan mendengar yang belum kita ketahui.

Seorang pendengar yang baik,
bukan mendengarkan karena dia tidak memiliki sesuatu yang bisa dikatakan.
Dia mendengarkan, karena dia berencana untuk berbicara lebih baik setelah mendengar.

Itu sebabnya kita diminta mengerti bahwa berbicara adalah wilayah kepandaian, sedang mendengarkan adalah wilayah kebijakan.

Dan, jika cara-cara membaca yang baik belum ramah kepada diri ini;
maka gunakanlah cara termudah untuk belajar,
yaitu mendengarkan.

Jika bisnis dan kehidupan ini sebuah buku yang menjadi hidangan lezat bagi mata yang belajar, dia juga bisa menjadi pesta pora bagi telinga yang mendengar.

Bisnis dan kehidupan ini adalah sebuah buku audio,
yang berbisik, mendayu, gemerincing, dan menggelegak dengan nanyian suka-cita.
Sebuah perayaan yang merentang dari lembutnya nafas tidur bayi yang baru lahir semalam,
sampai ke gelora keberhasilan anak-anak kemanusiaan untuk mendatangkan kebaikan bagi saudara-saudaranya.

Pejamkanlah mata sebentar,
dengarkan dan perhatikan betapa banyaknya hal baik, penting, dan indah
yang telah lama tertindih dan tersingkirkan oleh keinginan-keinginan sesaat kita.
Yaitu hal-hal yang membutakan dan menulikan,
karena ketergesaan dan kelemahan yang tidak membangun kekuatan sejati untuk berjaya dalam bisnis dan kehidupan.

Diam-lah sejenak …
Hening-lah, dengarkan, dan perhatikan.

Secara perlahan akan datang kesadaran-kesadaran baru.

Sebagian dari kesadaran itu berbisik mengenai penundaan-penundaan kita,
yaitu hal-hal penting yang harus kita lakukan.

Sebagian meniupkan semilir udara sejuk yang menenangkan,
karena lebih banyak hal yang menjadi wajar,
karena kesulitan adalah sama wajarnya dengan kemudahan.

Sebagian lagi membesarkan relung di hati ini bagi kemampuan mensyukuri dan memuja dengan lebih khusuk.

Itu sebabnya orang yang mendengar bisa melihat yang tidak kelihatan.

Itu juga sebabnya,
orang yang mudah berhasil dalam bisnis dan kehidupan adalah mereka yang bisa melihat sesuatu dengan jelas,
sebelum sesuatu itu menjadi jelas bagi banyak orang.

Mereka yang berhasil dengan jujur,
yang keberhasilannya dilestarikan dengan nama baik itu,
adalah mereka yang membiasakan dirinya melihat dengan pikirannya,
dan mendengar dengan hatinya.

Mendengarkan adalah sikap hati.

Memang awalnya,
kesediaan untuk mendengar bisa dimulai dengan keputusan pikiran untuk mengambil keuntungan dari mendengarkan,
tetapi akhirnya hanya hati yang baik yang secara alamiah mendahulukan mendengar.

Karena,
ledakan keras dan kebisingan berkelanjutan memang bisa membuat orang tuli.
Tetapi,
kerusakan pendengaran terparah adalah yang disebabkan oleh lidah yang sibuk dalam pementingan diri sendiri.

DATE sharing by me!

Thursday, Oct, 29th 2009
Kingdom Character
“Brand Image”

by : me
venue : DATE SP2

TASKs :
 share the papers, ask to writte their name!!
 writte : describe your self in a picture!!!(sifat,ciri,fungsi)
 move to the right side 3times!!
 give an opinion about the picture!!
 move to the right side 3times!!
 tell about the picture with their statement, and how do u think, are u agree or have another statement?!!

ollen (flag)
character :
1.sifat :
 flag : merah : berani , putih : tulus
 tiang : walaupun hujan,panas,adem tetap kokoh berdiri : sikap tangguh&pantang menyerah
 sifat nasionalis-sosialis, bagikan paradigma yg baru dari apa yg ollen telah dapatkan
2. ciri-ciri:
 pengibaran bendera di acara resmi : ollen senang berada di lingkungan resmi/mc acara resmi,cita2 presenter news bukan host, karena senang di bidang itu
 bendera tunggal berdiri sendiri : mandiri, tapi terkadang over dan menjadi bersifat egois/memikirkan hanya diri sendiri
 berada di center keramaian orang : senang jadi pusat perhatian, dan menjadi kelemahan ketika selalu punya rasa ingin dihargai dan dihormati
 sometimes disekitarnya banyak orang dan kadang hanya sendiri
 pengibaran bendera : proses bendera dari bawah ke atas/puncak tiang, sama dengan ollen tidak lahir dari keluarga yg sempurna ato orang kaya, tapi memulai dari bawah dan akan terus naik
 pengibaran bendera stengah tiang : tanda ada yg mati/mgl : stuck/mati dalam berkarya/berprestasi bagi Tuhan dan sesama
 Pondasi : ketika angin kuat menerpa tidak goyah karna pondasi/dasar hidup ollen adalah Tuhan, dan tak akan terpisahkan.
3.fungsi:
fungsi bendera memperingati hari penting :hari kemerekaan
fungsi ollen : sesuai dengan visi hidup ollen di dunia ini menyenangkan hati Tuhan

Disadur dari khotah ps.jeff (icon&self discovery) dan materi personal branding by becky

pertanyaan : icon : how is our image?!
self discovery : how us if nobody beside us?!what we gonna do,etc..

Kesimpulan :

God has created us according to His image(God’s character) : kejadian 1:26-27
Kej 1:26
“ And God said, let Us make man in our image, other our likenes” King James version

Image(gambar) mencerminkan/menggambarkan karakter kita!!
karakter sifatnya melekat pada image (produk)
Yoh 14 :7-9, ayat 9: image Bapa ada dalam Yesus!

character=brand
character : ciri2 moral dan mental (baik atau buruk) yang menyatakan siapa kita sebagai individu.
brand : merek dagang, mencirikan, tanda (baik/buruk-cacat)

Build ur brand image!!

why :
 kita harus tau kekuatan dan kelemahan kita
 agar jangan orang lain yang menentukan image kita

how :
1. know ur self better
ask God n friends n compare it with what do u know about ur self
2. decide what brand do u want
according to God’s character, karena qt adalah ciptaanNya, karena Dia adalah bapa kita, ilustrasi anak&bapa+ibu
3. synchronize
brand image = fact
4. introspection
apakah brand sudah ditampilkan dengan baik??
character is not built overnight!

untuk semakin mengenali karakter kita dan membangunnya sesuai dengan karakter Allah harus melewati proses hidup(baik itu suka maupun duka) agar value kita semakin mahal dan berharga.

Nov, 26th 2009

Begitu banyak yang ada dipikiranku ini sampai-sampai tak ada satupun yang terealisasi dalam hidupku ini,semuanya bagai rancangan tanpa pulpen dan kertas, hanya sebatas khayalan dan masalah yang melilit otakku ini.
Tuhan,,
kenapa terlalu banyak yang kupikirkan dan tak mampu kunyatakan sebagai hal yang nyata,,kenapa terlalu banyak kemauan dan bayangan akan apa yang akan kuperbuat tapi tak ada satupun yang kuperbuat,,dan kenapa terlalu banyak pertanyaan dariku, sampai akupun hanya mampu bertanya hingga tak kunjung mencari dan mendapat jawab
apa yang salah dariku,,apa yang harus kuperbaiki,,dimana letaknya dalam diriku ini dan bagaimana aku memperbaikinya,,
ya Tuhan dengarlah seruan anakMu ini…

one of my journal research

Berawal dari kurangnya pengetahuan saya tentang Penelitian itu sendiri yang terbagi dalam beberapa kategori ilmu, sayapun langsung memutuskan berkata “Ya” ketika salah seorang teman menawarkan untuk mengikuti program Pelatihan Penelitian HAM yang dilakukan oleh Interseksi ini. Dengan hanya mengikuti kata hati yang terobsesi untuk menjadi seorang News Anchor, yang membutuhkan kualifikasi berpengalaman dalam research, membuat saya yakin saat itu bahwa ini adalah jalan menuju impian saya.
Ketika mengikuti training awal, akhirnya pemahaman saya tentang dunia research itu terbuka dan digantikan dengan paradigma yang lebih luas. Sayapun akhirnya tahu bahwa jurnalist itu jauh berbeda dengan antropologhy,ilmu penelitian yang dilatih dalam wadah ini.

Sebagai seorang finance staff yang keseharian berhadapan dengan budget dan laporan keuangan, membuat saya lebih dituntut untuk mengeluarkan “tenaga ekstra” untuk beradaptasi dengan dunia yang baru saya terjuni. Walaupun ilmu komunikasi telah saya kembangkan namun tidak serta merta ketika terjun ke lapangan untuk mencari data dan interview lebih gampang untuk dilakukan. Apalagi tema yang saya angkat dalam penelitian ini bukan merupakan concern saya, karena alasan awal hanya berupa kemudahan dalam mencari data sebagai seorang pemula. Upaya pencarian data di lapangan ini pun menjadi stuck ketika terjebak dalam rutinitas dan target yang membias. Alhasil, “jalan di tempat” adalah alternatif yang tidak bisa ditolak.

Mengawali dengan suatu mindset yang salah dan menjalani dengan tindakan yang salah pula, dan hampir mengakhiri dengan kata “Mundur”, tidak memberikan suatu kesimpulan bahwa saya adalah salah satu peserta yang “Gagal”. Walaupun saya adalah seorang Sarjana Ekonomi Akuntansi, walaupun jabatan saya dikantor adalah seorang Finance Staff, dan walaupun saya memulai dan menjalani dengan suatu kekeliruan, namun ketika saya berani untuk mengawali dan menjalani pelatihan ini, saya pun berani untuk mengakhirinya dengan Suatu Karya Penulisan saya sendiri.

“Today,remember it’s not what others say about you that affects your life, but what you say and believe about yourself” by Joel Osteen

Quote ini terpampang di list terupdate di account twitter saya ketika akan menulis naskah ini. Dari yang tidak memiliki ide akhirnya saya mendapatkan sesuatu yang akan saya share pada saat ini.
Ide pertama yang ada di benak saya waktu itu adalah : google-ing!!
saya pun langsung mencari tahu sebenarnya “pentingnya public speaking bagi dunia pendidikan di Mancanegara”, menurut “pak Google”, itu seperti apa?!
Dan jawaban ‘pertamanya’ adalah pentingnya penguasaan bahasa asing. Yang menarik dalam artikel itu dibagian bawah saya dapati satu statement yang sangat simpel tapi begitu menggugah yaitu dituliskan, “kata kunci : Komunikasi”

Ilmu komunikasi bagi saya, seorang lulusan jurusan Accounting mungkin bagi pandangan khalayak umum tidak terlalu penting, karena umumnya dan seringnya yang dilakukan dalam pekerjaan hanya berkomunikasi dengan ‘benda mati’ saja, atau kita sering dengar dengan istilah ‘bekerja di belakang meja’ yang tentunya tidak terlalu dituntut untuk ‘berkomunikasi’. Namun, paradigma saya diubakan ketika membaca “The Power of Public Speaking” by CBS, yang menyatakan bahwa public speaking bukan hanya milik selebriti saja namun setiap manusia memiliki kesempatan untuk berbicara. Dari situlah saya memutuskan untuk lebih memperdalam ilmu komunikasi lewat kursus Public Speaking, walaupun pada saat itu saya mencari Sekolah dimana pak CBS adalah salah satu trainernya namun tak kesampaian bertemu juga saat itu dan akhirnya bisa bertemu di tempat ini sekarang.

Saat ini saya bekerja di salah satu NGO’s kecil di Jakarta, sebagai finance staff. Berawal dengan diiming-imingi kemudahan mendapatkan Scholarship sekolah di luar negeri ketika terjun dalam dunia NGO’s, memutuskan saya untuk menginvestasikan waktu saya bekerja setelah sesaat saya lulus dari perguruan tinggi daerah saat itu. Namun benar didapati dalam diri saya,ternyata ilmu komunikasi adalah ilmu yang saya senangi, sehingga memutuskan saya untuk fokus pada profesi dan pengembangan diri pada hal ini. Saya pun saat ini tengah mencari profesi yang saya senangi ini dan membuat resolusi hidup sebelum berusia 28 tahun untuk memperdalam ilmu komunikasi lewat menempuh pendidikan di mancanegara.

Banyak pihak yang mendukung namun banyak juga pihak yang mencibir dan mengatakan bagaimana bisa. Kembali ke quote yang saya katakan di awal : the point is “what you say and believe about yourself that would be happen!”

Saya Ollen Ester, sekian cerita saya dan terimakasih!

Sunday, Oct, 18th 2009

Kingdom Character

“ Critical Moments’

by : Ps. Jose Carol

Karater kehidupan merupakan pondasi kehidupan
ex: gempa di padang, terjadi kerusakan bangunan karena pondasinya (pilar penyangga) tidak kuat menahan bangunan

“Kharisma seseorang dapat mengangkat orang itu ke level atas, namun hanya karakter yang dapat membuat dia bertahan diatas”

Contoh kisah di Alkitab :
Yusuf : Saat melawan godaan istri Potifar
ia digoda dan hanya sepersekian detik ia punya kesempatan untuk menolak dan menang atau menerima dan jatuh/kalah
Daud : Waktu Saul di goa
Hanya sekejap waktu yang ia punya untuk memutuskan membunuh saul dan ia ‘menang’ atau membiarkannya hidup namun berarti membahayakan hidupnya
Daniel&temans : Waktu disuruh menyembah patung Nebukadnezar
Hanya memiliki waktu yang tidak banyak untuk memutuskan tidak menyembah allah lain dan setia pada Tuhan namun menyebabkan bahaya bagi mereka yaitu kematian atau menyembah patung dan mereka tetap hidup di dunia

4 main poin :

1.Good or bad, character is not built overnight

“Menabur suatu pikiran – menuai suatu tindakan
Menabur suatu tindakan – menuai suatu kebiasaan
Menabur suatu kebiasaan – menuai suatu character”

Lukas 6 : 43-45
== pohon membutuhkan waktu dari benih untuk menjadi buah
I Timotius 4:12
== Perkataan, tingkah laku, kasih, kesucian, kesetiaan (indikator ‘buah’)

The best index to a person’s character is (Abigail Van Buren) :
a. how he treats people who can’t do him any good
b. how he treats people who can’t fight back

2.Reward or Consequences do not immediately follow the decision made

Ketika kita berbuat jahat, kita tidak langsung menerima hukuman/konsekuensinya
Ketika kita berbuat baik, kita tidak langsung menerima berkat
Namun setiap apa yang kita perbuat kita pasti akan mendapat hasilnya!

3.Critical Moments will show the truth

Yeremia 17:11
== Ketika menanam benih yang jahat, disaat kritis pasti akan menuai hasilnya

Fondasi yang kropos akan mengakibatkan bangunan jatuh dan hancur ketika gempa (moment kritis) datang!

Apabila anda menabur benih yang baik namun belum menuai hasil yang baik, tenang saja pasti anda akan mendapatkannya!
Apabila anda menabur benih yang tidak baik dan anda baik2 saja, hati-hati karena mungkin sebentar lagi anda akan menuai hasilnya!

4.Mercy and Grace is available abundantly in Christ

Mercy is not getting what u deserve (by bertobat!)
Grace is everything for nothing to those who don’t deserve anything
When u receive Mery and Grace, u will growing up so fast n bear abundantly , and that’s the miracle!

Sunday, Oct 11th ‘09

Kingdom Character

“ICON”

by : Ps.Jeffrey R

“Humanity measures a man by his achievement while heaven measures a man by his character” (Rob Thompson)

Untuk dapat bertahan di puncak diperlukan sebuah karakter!
Pondasi dibawah sebuah keberhasilan dikuatkan atau dihancurkan oleh karakter!

1 Korintus 10 :13
ayat 13c : “pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga
kamu dapat menanggungnya”

== pencobaan diberikan bukan untuk dilalukan/ditiadakan, tapi tetap ditanggung namun diberikan solusi/jalankeluar

“Movement is not progress”
Usia bertambah belum tentu level bertambah

Roma 8 : 28
“Kita tahu sekarang,bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengashi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”

== dalam segala hal Allah mendatangkan kebaikan, bahkan kejahatanpun dapat diubahkan menjadi kebaikan atas kita. Jadi, pastikan anda mengasihi Allah!!

Lukas 22 : 31-32
“Simon, Simon, lihat, iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.”

== hidup manusia melalui proses ditampi/diseleksi, namun Tuhan mendoakan kita sebelumnya dan Ia pastikan kita akan berhasil dan setelah kita berhasil & naik level adalah tugas kita untuk menguatkan saudara-saudara kita melewati level yang telah kita lewati.

== ilustrasi gandum :
perlu ditampi/diayak agar gandum/kulit yang kotor dapat terbuang, sehingga nilai gandum itu sendiri menjadi lebih mahal daripada sebelum diayak. Artinya dalam kehidupan ini manusia perlu ‘diayak/ditampi’ agar karakter yang buruk dapat terbuang sehingga nilai manusia itu sendiri lebih tinggi daripada sebelumnya.

== ilustrasi game :
Menjalani kehidupan seperti memainkan sebuah game. Kita berusaha naik ke level berikutnya yang perlu melewati berbagai musuh dan rintangan, tapi kita terus memainkannya dan tidak bisa mengabaikannya (krn mengabaikannya itu berarti kita tidak main game). Yang perlu kita fokuskan hanyalah pada score dan bonus!

2 Korintus 3 :17-18
ayat 18b : “maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang
semakin besar”

== kita menjadi semakin serupa dengan gambaran Allah

Kemuliaan = atribut = karakter
-kualitas (standart) – niai, cemerlang, rasa aman, bermartabat

Yohanes 17 : 15
“Aku tidak meminta, supaya Engaku mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat”

== Tetap berada di dunia namun dilindungi oleh Allah

Gabungan 2 Kor :18b dan Yoh 17:15
“Tetap berada dalam dunia tapi dilindungi Allah, dan menjadi serupa dengan gambaranNya dalam kemuliaanNya yang semakin besar”

Judul : Gambar = Eikon = Icon

Kej 1:26
“ And God said, let Us make man in our image, other our likenes” King James

== Tuhan berinvestasi besar pada image manusia yang adalah imageNya by His own hands (not jut Words)
== Kita harus berinvestasi besar di image kita sendiri dan itu harus dibentuk by our own hands

Yohanes 14 : 7-9
ayat 9b : “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa”

== Image Bapa ada dalam Yesus

How is our image??!!!

Sunday, Oct, 3rd ‘09

“A Lost Children”

by : Ps.Mark Conner

Luke 15 : 11-32

*. 3 actor in this illustration :
 the younger brother
 the older brother
 the Father

*. Sesuai kontex pembacaan,kepada siapa perumpaan itu?
 the younger brother – pemungut cukai dan orang-orang berdosa
 the older brother – orang-orang Farizi
 the Father – Jesus

*. Hal yang menarik untuk diperhatikan :
the younger brother : dari in house – go out – back to the house
the older brother : dari in house – go out – still in out house

“if u lost and u don’t know u are lost, u are in danger!” (more danger is the older brother)
= both sons are wrong and lost, but the Father shows His love by leave His home to come and take the sons

“The True Brother is Jesus, that seeking the younger and the older brother!”
Let us be a True Brother like Jesus, who seeking our ‘brother’(the younger or the older) who lost in this world, and get them then bring to the Father in His house!!

Mengaku Salah, bukan Mengaku Kalah
Saat Alan Greenspan didesak di hadapan Kongres Amerika dan secara langsung ditanya: “Apakah Anda bersalah?” atas terjadinya krisis global, ia menjawab: “Ya, sebagian saja”. Kita lihat betapa pamornya yang bertahun-tahun dikagumi dunia karena pemikiran-pemikirannya yang cemerlang, sirna karena jawabannya yang seakan berusaha tidak mengalokasikan kesalahannya lebih lebar daripada tindakan kongkritnya. Andaikan saja seorang bernama besar seperti itu bisa mengambil tanggung jawab dan menganggap bahwa krisis sebagian besar adalah kesalahannya, dunia justeru akan lebih bersimpati dan menghormatinya. Pengakuan atas kesalahan pribadi atau kelalaian, tidak sekonyong-konyong menjatuhkan pamor, malahan bisa menjadi tindakan ksatria yang bisa membangun kredibilitas, rasa percaya dan bisa membawa tim untuk mengambil tindakan perbaikan diri bersama. Rasa memiliki bukan saja terasa kalau lembaga atau Negara sedang aman-aman saja, tapi justru pada saat seseorang memilih untuk maju dan mengatakan :”Ini salah saya”.
Mengaku salah, kadang berat karena seolah-olah mengaku kalah. Namun, pasang badang mengaku salah, sebenarnya sangat erat hubungannya dengan ‘sense of belonging’ yang sering didengung-dengungkan orang. Kita lihat betapa banyak pimpinan atau mantan pimpinan berlomba-lomba mengklaim sukses yang ia buat di masanya, namun saling lempar tanggung jawab bila diangkat mengenai kesalahan kebijakan atau pengambilan keputusan yang ia buat.
Bila seseorang bisa mengakui kesalahan, ia secara otomatis akan lebih berupaya mengambil tindakan atas masalah yang berada dalam ‘jangkauannya’, lebih bebas mengalokasi perbaikan dan mengganti arah untuk sukses selanjutnya. Tentu saja permintaan maaf juga tidak kita harapkan tanpa penghayatan, tanpa ketulusan atau bahkan sebagai suatu alat untuk menghindari terbukanya kesalahan yang lebih dalam. Permintaan maaf, terutama yang keluar dari seorang pemimpin adalah bukti atau praktik penalarannya. Dibuka dengan pernyataan pengakuan atas tanggung jawabnya, seorang pemimpin sebetulnya lebih mudah mengelola resiko, membuka pikiran orang di sekitarnya, membuka diskusi yang lebih dalam, terbuka dan jujur demi “corrective actions”.

by : Experd Consultant
www.experd.com

Sunday, Jully, 12th 2009

Ketika membaca judul di atas mungkin yang terbesit dalam pikiran kita yaitu lebih tertuju pada kata back atau dibelakang atau masa lalu atau kembali pada kejadian yang pernah terjadi sebelumnya. Mungkin ada benarnya juga namun bukan bermakna keseluruhan kalimat secara negatif, boleh dikatakan dalam hal ini bermakna sangat positif dalam kehidupan saya.

Hari ini aku merasa bahagia walaupun tak terlihat dalam bentuk tawa yang terbahak ataupun bahkan senyum yang menyeringai. Hanya sebuah senyum tipis yang dapat kurasakan ketika pipi dan bibir ini bergerak melebar kecil. Namun sungguh hati yang tak terlihat itu merasakan hal luar biasa yang memang tak biasa kudapati. Perasaan yang sungguh sulit di ungkapkan dan diperlihatkan dan mungkin masih tak dimengerti olehku.
Sampai malam ini akupun masih bertanya apakah ini benar perasaan bahagia ataukah hanya perasaan yang kupaksakan untuk bahagia. Sungguh sulit dimengerti.

Hari bermula dari pagi tadi dengan satu firman lewat waktu teduh pribadiku. Firman yang biasa namun menjadi luar biasa ketika kusadari bahwa itu adalah memang awal atas setiap hal yang terjadi sebagai rentetan acara kehidupanku hari ini. Firman yang mengajarkanku untuk menjaga kekudusan gereja yang kumaknai gereja baik secara fisik maupun secara rohani atau dengan kata lain jiwani.

Hari ini semakin terasa ketika aku melakukan juga hal yang tidak biasa ku lakukan. Service ke-3 JPCC (Jakarta Praise Community Church) menjadi saksi bahwa Kasih Bapa di Sorga sangat besar dalam kehidupanku.

Diawali dengan sebuah firman yang dibawakan oleh salah seorang hambaNya, aku sangat diberkati. Dan memang itu sangat dekat dengan kehidupanku saat ini, hal yang sering kutanya dalam hidupku namun tak kunjung kudapati jawabannya karna aku sendiripun tak berusaha untuk mencarinya. Betapa visi itu penting untuk dimiliki oleh setiap manusia yang hidup di dunia ini, dan bahkan lebih dari itu setiap visi harus jelas agar keberhasilan pun dapat dicapai.
Terkadang kita menganggap bahwa kita telah memiliki visi dalam hidup. Katakan saja itu memang benar tapi pertanyaannya apakah visi itu telah dijalani?!. Mungkin saja kita dapat juga katakan kita telah menjalaninya. Bagaimana kita dapat katakan begitu, apakah yang menjadi alat pengukur kita telah menjalaninya atau melangkah untuk mencapai visi tersebut?!. Dan benarkah kita telah berada di jalur yang tepat untuk menuju kepada visi yang telah kita tentukan?!.
Mungkin seperti inilah sedikit gambaran pertanyaan yang saya dan mungkin kebanyakan kita ajukan ketika mendengar kata visi. Dan itulah pertanyaan yang kutanyakan dalam hatiku sepanjang khotbah siang tadi. Dan luar biasa Tuhan menjawab semuanya dan bahkan Dia memberikan extra reaction.
Lewat hambanya yang dberkati Dia membuka paradigma yang baru tentang visi dan menjelaskan bagaimana seharusnya kita bersikap ketika kita telah memiliki visi dan apa saja yang menjadi langkah selanjutnya sehingga kita bisa mencapai visi tersebut. Intinya adalah “make a descision!”, karena perlu adanya aksi untuk mencapai sesuatu. Dan lebih dari itu, hal yang harus ku lakukan secara pribadi adalah memperjelas visi yang telah kubuat semakin jelas untuk kucapai dengan jalan yang secara jelas menuju kepastian lewat iman yang ku tahu jelas kumiliki dalam hidup ini.

Berakhir dengan hal yang sudah tak biasa kulakukan beberapa tahun silam, aku kembali dalam dunia pelayanan. Mungkin terdengar sesederhana itu, dan memang benar as simple as that. Tapi hal yang biasa itu adalah hal yang luar biasa ketika terjadi dalam kehidupan seorang aku. Ketika kuberpaling sejenak dan melihat diriku seutuhnya saat ini sungguh sangatlah mustahil terjadi jika Bapa tak bersamaku. Aku bisa berdiri sebagai seorang pelayananNya lagi adalah suatu anugerah yang besar yang Tuhan berikan. Walaupun mungkin sebagai seorang ambassador TWC (Treasures Womens’ Conference) yang akan bertugas dalam kurun waktu hampir dua bulan bukanlah suatu hal yang wah bahkan mungkin sedikit kurang pantas bila disebut sebagai tugas pelayanan karna memang sungguh tak memberi dampak yang besar dalam dunia pelayanan gereja. Namun buat seorang aku pelayanan yang dimulai hari ini dan hanya akan berlangsung selama dua bulan mendatang adalah suatu hal yang wah yang terjadi dalam kehidupan seorang aku. Dan akan menjadi suatu awal yang berdampak besar atas visi pelayananku dalam lingkup gereja.

Malam ini pun kututup dengan kata yang yakin aku ucapkan “aku memang bahagia!”, karena aku semakin sadari aku adalah pribadi yang sangat berharga di hadapanNya. Dia membuat aku semakin berharga sebagai pribadi gereja yang hidup dengan visi yang semakin diperjelas yang dipakai kembali memperjelas visi gereja yang dipercayakanNya saat ini tumbuh bersama di dalamnya.

Dan akhirnya sebuah kata kembali yang sebenarnya berkontradiksi dengan arti visi itu sendiri, dalam hal ini bukanlah berpengertian demikian, melainkan berarti sebagai kabar kesukaan bagi sang Gembala ketika boleh kembali lagi menjadi sekawanan dombaNya.

Older Posts »