dear friends,
seperti pepatah mengatakan : “pengalaman adalah guru terbaik”, kiranya share saya ini bisa jadi tanda ‘awas” buat teman-teman ketika menjalani aktivitas sehari-hari.
Saya akui saya punya andil dalam kejadian yang menimpa saya hari ini. Sikap teledor saya seakan menjadi habit yang buruk yang sulit untuk saya lepaskan. Karena hal yang terjadi hari ini sesungguhnya bukanlah isu yang baru bagi saya.
Hari ini berawal ketika akan berangkat kantor, seperti biasanya saya naik angkot menuju ke busway dari depan apartemen. Sedikit firasat yang walaupun tidak menjadi tanda yang masuk logika, sang sopir menunggu saya meski posisi saya terbilang masih agak jauh keluar dari plang parkiran. Ketika naik angkot 13 jurusan mall Kelapa Gading ke mall Artha Gading, penumpang masih sedikit berkisar 3 orang. Saya pun langsung duduk di belakang sopir tepatnya. Tak tersadarkan beberapa waktu meski saya akui saat itu penumpang tidak sepadat biasanya suasana angkot, saya asyik main bb saya.
Peristiwa puncak pun mulai terlihat selang 20 menitan saya berada di dalam angkot tersebut. Modus operandi yang sebenarnya sudah sering, terjadi di dalam angkot, meski saya sendiri tidak mengetahui.
Laki-laki perawakan muda duduk di samping kedua deretan saya mulai berasa muntah. Laki-laki itu muntah-muntah dan menyuruh seorang perempuan di samping saya minggir karena hendak muntah di belakang jendela tepat di belakang saya. Dia pun menyuruh saya untuk pindah di tempat duduk seberang yang berhadapan langsung dengan laki-laki lain, tepatnya dekat pintu keluar angkot. Sementara laki-laki yang muntah itu tidak jadi muntah di jendela, dia muntah yang sebenarnya hanya mengeluarkan ludah-ludah ke lantai mobil. Saya, dan dua orang perempuan lain pun merasa jijik, hanya perempuan-perempuan lain itu berteriak seakan melebih-lebihkan. Saya yang masih memegang handphone blackbery saya diberi kode oleh laki-laki yang duduk di sebrang saya untuk memasukan hp saya ke tas. Sebelum saya sempat menutup kembali tas saya, laki-laki yang muntah itu meludah lagi dan sopir merem mobil, refleks badan saya mendekat ke laki-laki yang duduk disebrang saya dan celakanya perhatian saya masih pada laki-laki yang muntah. Segera mobil berhenti sesaat, sang laki-laki yang muntah turun, dan tidak sampai semeter laki-laki disebrang saya ikut turun. Ketika itu saya pun membuka tas hendak mengambil handphone, dan ternyata hp saya sudah tidak ada. Refleks saya panik dan segera sadar saya kecurian, saya turun depan pom bensin yang hanya beda beberapa jarak saja dengan laki-laki yang disebrang saya turun, namun ternyata mereka sangat cepat menghilang.
Saya pun segera naik ojek dan menuju ke polsek kelapa gading yang agak jauh dari lokasi kejadian. Ketika para ojek menanyakan, ternyata mereka akui hal ini bukan baru kali ini terjadi. Entah dengan modus operandi yang sama yaitu muntah-muntah dan mereka bergerombol, bahkan para ojek ini menilai mereka kadang bersekongkol dengan para sopir angkot. Diduga bukan hanya dua orang laki-laki saja, setelah saya diperiksa kemungkinan penumpang yang lain dalam mobil, juga ada mobil lain yang menunggu dari belakang. (pengakuan polisi biasanya para pelaku menyewa mobil yang mengikuti dari belakang).
Ketika melapor ke polsek pun ternyata mereka akui baru 2 minggu yang lalu dengan modus yang sama, terjadi pula pada penumpang di angkutan umum. Saya pun segera melapor dan bersama tim buser mendatangi TKP. Ketika di tempat mangkal angkot 13 di sebrang mall artha gading para sopir akui hal itu sering kali terjadi sayangnya sedikit yang melapor ke polsek karena takut, ataupun ketika melapor hasil pastinya tidak terlihat karena pengakuan mereka setelah 2 minggu tak ada kejadian, masalah ini pun seakan melayang tanpa ada solusi. Tak sedikit pula para sopir angkot yang tidak mau memberikan tumpangan kepada oknum yang sudah diketahui sebagai pencopet bergerombol, malah yang dipukuli bahkan tak sedikit yang luka parah kena bacok misalnya. Para siswa Yakobus Kelapa Gading pun pernah saya dengar menjadi korban jambret di angkot jurusan yang sama.
Saat itu pun sesuai keterangan para sopir angkot saya akhirnya dipertemukan dengan sopir yang saya tumpangi, meski berdasar perasaan saya ada sedikit kejanggilan dengan wajah sopir yang saya ingat. Namun bersyukur, sopir itu mengakui ada kejadian penumpang muntah di angkotnya pagi hari. Kami berdua segera membuat BAP dan berharap kali ini polisi mampu mengungkap para pelaku agar kejahatan khususnya pencurian/perampokan/penjambretan dengan beragam modus yang semakin berkembang di daerah Kelapa Gading ini bisa terminimalisir.
Hal ini tentunya saya tidak harapkan terjadi pada anda. Mungkin sebagian anda telah mengetahui modus pencopetan dengan berpura-pura muntah ini, karena hampir di seluruh wilayah ternyata pernah terjadi. Entah dengan modus apalagi, namun yang jelas para pelaku kejahatan ini selalu punya cara untuk melakukan aksi mereka yang merugikan baik materil maupun ancaman bagi jiwa kita.