Feeds:
Posts
Comments

dear friends,

seperti pepatah mengatakan : “pengalaman adalah guru terbaik”,  kiranya share saya ini bisa jadi tanda ‘awas” buat teman-teman ketika menjalani aktivitas sehari-hari.

Saya akui saya punya andil dalam kejadian yang menimpa saya hari ini. Sikap teledor saya seakan menjadi habit yang buruk yang sulit untuk saya lepaskan. Karena hal yang terjadi hari ini sesungguhnya bukanlah isu yang baru bagi saya.

Hari ini berawal ketika akan berangkat kantor, seperti biasanya saya naik angkot menuju ke busway dari depan apartemen. Sedikit firasat yang walaupun tidak menjadi tanda yang masuk logika, sang sopir menunggu saya meski posisi saya terbilang masih agak jauh keluar dari plang parkiran. Ketika naik angkot 13 jurusan mall Kelapa Gading ke mall Artha Gading, penumpang masih sedikit berkisar 3 orang. Saya pun langsung duduk di belakang sopir tepatnya. Tak tersadarkan beberapa waktu meski saya akui saat itu penumpang tidak sepadat biasanya suasana angkot, saya asyik main bb saya.

Peristiwa puncak pun mulai terlihat selang 20 menitan saya berada di dalam angkot tersebut. Modus operandi yang sebenarnya sudah sering, terjadi di dalam angkot, meski saya sendiri tidak mengetahui.

Laki-laki perawakan muda duduk di samping kedua deretan saya mulai berasa muntah. Laki-laki itu muntah-muntah dan menyuruh seorang perempuan di samping saya minggir karena hendak muntah di belakang jendela tepat di belakang saya. Dia pun menyuruh saya untuk pindah di tempat duduk seberang yang berhadapan langsung dengan laki-laki lain, tepatnya dekat pintu keluar angkot. Sementara laki-laki yang muntah itu tidak jadi muntah di jendela, dia muntah yang sebenarnya hanya mengeluarkan ludah-ludah ke lantai mobil. Saya, dan dua orang perempuan lain pun merasa jijik, hanya perempuan-perempuan lain itu berteriak seakan melebih-lebihkan. Saya yang masih memegang handphone blackbery saya diberi kode oleh laki-laki yang duduk di sebrang saya untuk memasukan hp saya ke tas. Sebelum saya sempat menutup kembali tas saya, laki-laki yang muntah itu meludah lagi dan sopir merem mobil, refleks badan saya mendekat ke laki-laki yang duduk disebrang saya dan celakanya perhatian saya masih pada laki-laki yang muntah. Segera mobil berhenti sesaat, sang laki-laki yang muntah turun, dan tidak sampai semeter laki-laki disebrang saya ikut turun. Ketika itu saya pun membuka tas hendak mengambil handphone, dan ternyata hp saya sudah tidak ada. Refleks saya panik dan segera sadar saya kecurian, saya turun depan pom bensin yang hanya beda beberapa jarak saja dengan laki-laki yang disebrang saya turun, namun ternyata mereka sangat cepat menghilang.

Saya pun segera naik ojek dan menuju ke polsek kelapa gading yang agak jauh dari lokasi kejadian. Ketika para ojek menanyakan, ternyata mereka akui hal ini bukan baru kali ini terjadi. Entah dengan modus operandi yang sama yaitu muntah-muntah dan mereka bergerombol, bahkan para ojek ini menilai mereka kadang bersekongkol dengan para sopir angkot. Diduga bukan hanya dua orang laki-laki saja, setelah saya diperiksa kemungkinan penumpang yang lain dalam mobil, juga ada mobil lain yang menunggu dari belakang. (pengakuan polisi biasanya para pelaku menyewa mobil yang mengikuti dari belakang).

Ketika melapor ke polsek pun ternyata mereka akui baru 2 minggu yang lalu dengan modus yang sama, terjadi pula pada penumpang di angkutan umum. Saya pun segera melapor dan bersama tim buser mendatangi TKP. Ketika di tempat mangkal angkot 13 di sebrang mall artha gading para sopir akui hal itu sering kali terjadi sayangnya sedikit yang melapor ke polsek karena takut, ataupun ketika melapor hasil pastinya tidak terlihat karena pengakuan mereka setelah 2 minggu tak ada kejadian, masalah ini pun seakan melayang tanpa ada solusi. Tak sedikit pula para sopir angkot yang tidak mau memberikan tumpangan kepada oknum yang sudah diketahui sebagai pencopet bergerombol, malah yang dipukuli bahkan tak sedikit yang luka parah kena bacok misalnya. Para siswa Yakobus Kelapa Gading pun pernah saya dengar menjadi korban jambret di angkot jurusan yang sama.

Saat itu pun sesuai keterangan para sopir angkot saya akhirnya dipertemukan dengan sopir yang saya tumpangi, meski berdasar perasaan saya ada sedikit kejanggilan dengan wajah sopir yang saya ingat. Namun bersyukur, sopir itu mengakui ada kejadian penumpang muntah di angkotnya pagi hari. Kami berdua segera membuat BAP dan berharap kali ini polisi mampu mengungkap para pelaku agar kejahatan khususnya pencurian/perampokan/penjambretan dengan beragam modus yang semakin berkembang di daerah Kelapa Gading ini bisa terminimalisir.

Hal ini tentunya saya tidak harapkan terjadi pada anda. Mungkin sebagian anda telah mengetahui modus pencopetan dengan berpura-pura muntah ini, karena hampir di seluruh wilayah ternyata pernah terjadi. Entah dengan modus apalagi, namun yang jelas para pelaku kejahatan ini selalu punya cara untuk melakukan aksi mereka yang merugikan baik materil maupun ancaman bagi jiwa kita.

May, 13th 2011

dear God,

sebulan yahh,,hampir sebulan…

memang merupakan waktu yang cukup lama kita ga chit-chat bareng, rasanya kangen, kangen sekali..

biasanya tiap pagi bahkan subuh waktu mata masih setengah tertutup *kadang2*, ollen datang sama Tuhan, datang ngobrol, nyanyi, baca pesanMu untuk hari itu, bahkan doain segalanya sesuai jadwal…

bulan ini ollen masuk usia 26 tahun, tapi sayangnya kedewasaan rohani ollen ga ikut bertambah layaknya usia ollen. Bangun langsung mandi, meski kadang sempet doa keluarga tapi ollen sadari selalu berasa ada yang kurang, cummaaaa…entah kenapa dengan sadar ollen ga hiraukan perasaan itu, perasaan kangen sama Tuhan;(

memang selalu kalo ada teguran, baru sadar. Ga tau sampe kapan, karakter ollen kalo di cambuk dulu baru mau nurut…

Tuhan, ollen datang mungkin sebagian alasan karena memang hari ini hp ollen ilang lagi, tapiiii…

sebenarnya Tuhan juga tau kalo ollen dah ngerencanain pengen perbaiki hubungan ollen dengan Tuhan,,besok,,besok Tuhan, cuma kenapa Tuhan ga sabar nunggu:( ollen sadar ollen butuh waktu sendiri, waktu dimana ollen bisa tenang, punya ruang sendiri lagi….

semua ini terlalu menggembirakan Tuhan, semuanyaaa..

keluarga ollen berkumpul lagi, bahkan lebih dari yang ollen bayangin, kakak bisa tinggal bersama dan ngumpul bareng ollen dan mama, bahkan lebih lagi plus bonus ponakan-ponakan yang lucu-lucu..

sayangnya ollen terlalu bahagia sampe mungkin cuekin Tuhan,

ditambah kesempatan kerjaan liputan di istana , walaupun ollen ga berharap kesana, kadang stres juga mikirin sampe sekarang keinginan pindah kerja masih belum terkabul, semuanya seakan menggantung;(

ohh God,

maafin ollen, maaf..

semua yang terjadi dalam hidup ini ollen sadari dari Tuhan, semua kebahagiaan ini.

Terimakasih Tuhan karena Tuhan sudah negur ollen lagi,,,ollen sadari ollen hanya ‘bulu yang tlah terkoyak’ dan Tuhan telah perbaiki, ‘sumbu yang tlah pudar’  namun Tuhan tidak padamkan, malahan Tuhan buat ollen bersinarrrr,,jauhhh daripada bayangan ollen tentang diri ollen sebelumnya…

ohh God, please take care my heart!

my life just belong to u dear Lord

LATAR BELAKANG

JPCC sebuah gereja umat Kristen Protestan yang kurang lebih memiliki 7.000 orang jemaat, sungguh merupakan jemaat ibukota yang maju baik dari segi pemikiran dan cara hidupnya .

PROPOSAL JPCC BREAKING NEWS ONLINE

  • Nama Kegiatan :

JPCC Breaking News Online

merupakan bagian dari website JPCC, yang berisi informasi tentang kegiatan di JPCC dan juga video talkshow terkait khotbah di Sunday Service JPCC.

  • Bentuk Kegiatan :

- Talkshow/Hak Jawab

Merupakan perbincangan antara Pengkhotbah/Pastor di Sunday Service JPCC dengan seorang Presenter, terkait isi khotbah yang dipertanyakan atau diberikan pendapat oleh jemaat JPCC sebelumnya lewat wadah media online(email,fb,twitter).

- Informasi seputar JPCC

Merupakan seluruh informasi seputar kegiatan yang dilaksanakan di JPCC yang dimuat di website JPCC

  • Tujuan

Tujuan Utama :

- Jemaat bisa memberikan respon/tanggapan lewat pertanyaan atau pendapat terkait isi  khotbah yang disampaikan di Sunday Service JPCC

* Hal ini dianggap penting menimbang khotbah yang efektif apabila kita bisa mengukur sejauh mana respon jemaat atas penyampaian khotbah dalam hal ini pengertian terhadap khotbah yang disampaikan di Sunday Service JPCC. Ini juga sebagai bentuk khotbah interaktif antar dua arah,pengkhotbah/pastor dan jemaat, meskipun tidak secara langsung. Wadah ini juga berbeda dengan fungsi DATE yang besar menaruh perhatian terhadap pertumbuhan jemaat, sarana ini lebih fokus sebagai wadah penampungan aspirasi tanggapan jemaat yang bertujuan memastikan mereka mengerti isi khotbah yang disampaikan di Sunday Service di JPCC.

Tujuan Pelengkap :

- Memanfaatkan media online, sebagai sarana menyampaikan informasi seputar JPCC

* Seperti diketahui JPCC telah memiliki wadah penyampaian informasi lewat JPCC Breaking News Magazine bulanan dan informasi Breaking News mingguan di tiap Sunday Service. JPCC Breaking News lewat media internet/online hadir untuk melengkapi yang telah ada, dengan memiliki kekhususan sebagai wadah penampungan aspirasi pertanyaan/pendapat seputar khotbah mingguan seperti yang disampaikan pada tujuan utama.

  • Mekanisme Kerja :

A.Talkshow

- Seusai khotbah di Sunday Service diberitahukan bagi jemaat yang belum mengerti ataupun ada suatu pendapat yang ingin disampaikan terkait isi khotbah dapat mengirimkan pertanyaan atau pendapatnya lewat media online yang telah disediakan (ex:email,fb,twitter), sampai tenggat waktu yang ditentukan.

- Pertanyaan dan pendapat yang telah ada di kumpulkan dan diseleksi oleh tim editorial dan journalist yang telah ditentukan sebelumnya

- Pertanyaan dan pendapat yang sudah dirampungkan oleh tim journalist diserahkan kepada pastor yang bersangkutan

- Melakukan taping talkshow antara Pastor yang bersangkutan dengan presenter

- Dalam taping talkshow pastor mengulas sedikit khotbah yang telah disampaikan sebelumnya

- Presenter dalam hal ini sebagai wakil jemaat yang bertanya mengajukan pertanyaan tekait isi khotbah yang sudah dipersiapkan sebelumnya, dengan teknisnya melibatkan tim kameramen dan seorang producer

- Tim kameramen bersama tim editor melakukan pengeditan gambar dan content, juga tim translating yang berfungsi menterjemahkan isi perbincangan

- Setelah selesai video langsung di upload di website JPCC

- Video talkshow terkait tanggapan jemaat atas khotbah di Sunday Service JPCC bisa langsung di akses, baik oleh jemaat yang bersangkutan maupun bagi siapa saja yang ingin mengetahuinya (bisa jemaat JPCC maupun masyarakat umum di dalam dan luar negeri).

B. Informasi Seputar JPCC

- Bekerjasama dengan tim Breaking News Magazine dan staf administrasi JPCC dalam memberikan informasi seputar kegiatan JPCC di websitenya.

  • Sasaran :

- Jemaat JPCC, khususnya bagi mereka yang ingin mengerti lebih lagi tentang pengajaran khotbah yang disampaikan di Sunday Service, baik mereka yang memberikan pertanyaan dan pendapat maupun yang tidak tapi ingin mengetahui lebih lagi.

- Jemaat Non JPCC, masyarakat pada umumnya yang ingin mengetahui  JPCC lebih lagi, baik itu yang ada di ibukota maupun di daerah,di dalam dan luar negeri, sejauh internet dapat terjangkau di tempat mereka.

  • Pihak-pihak yang Terlibat:

- Pastor

- Staf administrasi JPCC yang bersangkutan

- Volunteer : JPCC Visual Department dan Tim Breaking News JPCC

_job risk_

Sekitar 3 bulan lebih terhitung bekerja sebagai karyawan di perusahaan media dengan posisi reporter berita harian. Perasaan yang timbul pun sangat bercampur aduk, kadang bangga terkadang pula seakan merasa bodoh. Seringkali berpikir apa sebenarnya yang dicari di ‘dunia’ seperti ini, membandingkan kehidupan di dunia sebelumnya yang bisa dikatakan aman dan lebih baik dari berbagai sudut pandang. Selama 8 bulan hidup tertatih-tatih, tanpa ada pijakan yang jelas, terkatung-katung pada sandaran yang hampir tidak bisa dipastikan keberadaannya, sejak memutuskan untuk menjalani kehidupan sesuai dengan hasrat hidup yang diyakini menjadi hal yang terutama dalam kehidupan.

Keputusan memang selalu disertai resiko. Ketika mengambil jalan hidup seperti yang dialami saat ini, resiko yang akan dihadapi memang bukanlah baru diketahui ketika menjalaninya. Namun memang mengalami resiko itu sangat jauh berbeda rasanya dengan hanya mengetahui dan memikirkannya saja. Sejak awal resiko itu telah diklasifikasikan menjadi bagian dalam proses pencapaian keinginan hasrat yang tertuliskan sebagai visi hidup. Namun kembali lagi, penglihatan di awal hanya sebatas mengetahui, tak bisa mengalami bagaimana rasanya menjalani resiko atas keputusan itu.

Semuanya ini bukan mengungkapkan suatu penyesalan, namun lebih kepada suatu pembelajaran hidup yang tentunya berharga. Meski hasil akhir belum terlihat juga terasa, lewat sikap iman, diyakini segala sesuatu pasti akan menjadi lebih baik di masa mendatang. Meski merasa tak mampu untuk menjalani, justru disaat inilah sikap pantang menyerah sangat dibutuhkan dan sepatutnya memegang kendali hidup, demi suatu visi.

VD Outing Days

EXTREME DAYS

Untuk melakukan suatu hal yang ekstrem, tentu butuh suatu hal yang ekstra, ekstra pengorbanan dan ekstra perjuangan. Itulah yang dilakukan team Visual Departmen dalam the 1st ever Outing Days, yang diselenggarakan di Pasar Mukti Bogor, pada tanggal 16-17 Agustus 2010. Sedikitnya 41 orang yang tergabung dalam pelayanan Visual Departmen JPCC melakukan hal-hal yang ekstrem selama 2 hari outing.

VD Pecahkan Rekor!

Dalam perjalanan Team Pelayanan Visual Departmen JPCC, untuk pertama kalinya memecahkan rekor pembuatan video dalam waktu yang singkat. Hanya dalam waktu 12 jam, para anggota Visual Departmen yang telah dipecah ke dalam 4 kelompok, mampu menghasilkan Short Movie berdurasi 3 menit. Dengan tema “Extreme Day” yang telah ditentukan juri,The Imoetz, Semper Fi, Botak Racun, dan Extra-Ngosh, mampu menghasilkan video dengan banyak adegan ‘extreme’. Meski cuaca saat itu pun terbilang ekstrem tak mampu mengurungkan niat para anggota kelompok untuk menghasilkan karya video terbaik.

Proses pembuatan video di hari pertama outing itu pun diwarnai perjuangan yang benar-benar di luar dugaan. Demi mendapat adegan yang terbaik, para ‘aktor dan aktris’ ini sampai rela hujan-hujanan, melakukan aksi bergantung terbalik di tangga pohon, bahkan ada yang rela untuk ditampar dan ditonjok secara nyata demi menunjukan adegan yang ekstrem. Tak ketinggalan para camera operator pun demi mendapat angle gambar yang terbaik, mereka juga rela mencari posisi yang meski terbilang ekstrem, tetap diperjuangkan oleh mereka, dengan mengutamakan ‘keselamatan’ kamera.

Dalam pembuatan video yang dilombakan ini, masing-masing kelompok telah dibagi sesuai dengan kemampuannya guna memudahkan dalam bekerja secara tim. Demi menghasilkan video yang terbaik, tak sedikit anggota kelompok yang tidak tampil namun lebih fokus pada memikirkan ide cerita dan mengedit gambar agar pesan dari Short Movie yang telah jadi dapat tersampaikan. Pembuatan video yang merupakan serangkaian acara VD outing days ini pun sebagai bentuk pengembangan kreativitas anggota team visual departmen JPCC.

More Games, More Fun!!

Tak lengkap rasanya jika outing tanpa beragam games yang lucu,yang membutuhkan ketelitian dan tentunya memacu adrenalin. Mulai dari games yang menggunakan tepung, air,cat warna bahkan lumpur semuanya ada di JPCC VD outing days.

Hari kedua outing diselenggarakan bertepatan dengan hari raya Kemerdekaan RI. Tak heran perlombaan seperti tarik tambang, bakiak, lari karung dan mengisi paku dalam botol ada di outing kali ini. Para kru VD yang ikut serta dalam outing ini pun tak tanggung-tanggung menunjukan semangat perjuangan dalam mengikuti permainan yang ada. Tampak dari kebolehan aksi mereka, dapat dijamin setiap 17an agustus para kru VD ini selalu menang dalam tiap perlombaan. Games pun berakhir dengan aksi permainan flying fox dan paintball. Bak tentara sungguhan, para anggota kelompok saling melakukan aksi tembak layaknya perang di jaman penjajahan dulu demi mendapat kemerdekaan. Akhirnya permainan usai dan terpilihlah satu kelompok yang menjadi juara bertahan, Semper Fidelis yang berarti always faithful. Semua kru Visual Departmen, baik mereka yang ikut dalam kelompok, maupun panitia yang sibuk di ‘belakang layar’, dalam dua hari outing benar-benar telah menunjukan totalitas mereka dalam menikmati 2 hari kebersamaan di Pasir Mukti. Tak heran wajah yang disertai senyum yang menyeringai menyertai kepulangan mereka saat kembali ke jakarta.

“Become A Better You”

Monday, 20th Oct 2010

“Tuhan sedang mempersiapkan anda untuk hal-hal yang lebih besar. Ia akan membawa anda lebih jauh lagi dibanding apa yang anda pikir anda bisa capai. Oleh karena itu, jangan terkejut saat Ia meminta anda untuk berpikir lebih baik tentang diri anda sendiri dan bertindak sesuai pemikiran itu”.

Begitulah kutipan kata-kata Joel Osteen di cover belakang buku “Become A Better You”. Saat saya membaca kata-kata tersebut sekitar setahun lalu di tumpukan recommended book di toko buku Gramedia,saat pertama melihat dan membacanya, saya berkata kepada diri sendiri wow this is surely a great book!, tapi nyatanya saya hanya berkomentar dan mengembalikan buku itu ditempatnya semula. Sepulang dari toko buku itu semua pun berjalan seperti biasanya, tapi entah kenapa quotes Joel Osteen di cover bukunya itu terus berkata-kata di dalam pikiran saya. Akhirnya beberapa waktu kemudian saya akhirnya memutuskan untuk kembali dan membeli buku itu, meski saya bukan pecinta buku bacaan yang tebal dan tidak bergambar seperti buku itu^’^.

Kini hampir setahun saya pun belum selesai membaca buku Joel Osteen ini,,hehe;DD.. namun, bukan hal itu yang ingin saya bagikan dalam cerita saya sekarang ini. Yang perlu saya ceritakan adalah bagaimana buku ini turut membantu mengubahkan kehidupan saya setahun belakangan ini. Namun sebelum itu, saya senang juga menceritakan sedikit tentang saya. Saya termasuk kategori orang yang dulunya tidak senang membaca, apalagi membaca buku tak bergambar dan tebal,,saya lebih senang membaca komik ataupun memandang gambar2 di majalah, meski tanpa dialog saya lebih senang untuk mengiterpretasikan sesuai sudut pandang saya, kira-kira begitulah jenis karakter saya dalam ‘membaca’;). Namun saya tahu, membaca segala jenis bacaan sangat berguna bagi diri saya sendiri, saya pun mengubah mindset dan berusaha untuk mencintai dan mengembangkan minat baca. Kembali ke topik saya sebelumnya, buku Joel Osteen ini terkesan unik bagi saya dalam hal saat saya membacanya. Saya percaya tiap buku sangat bermanfaat bagi saya, namun kebanyakan dampaknya tidak saya sadari secara langsung. Berbeda dengan buku ini, saya merasa buku ini sama dengan renungan yang topiknya berbeda tiap hari dan dibaca sesuai dengan tanggalnya. Ketika hari dimana saya membaca buku renungan, apa yang telah dan akan terjadi dalam kehidupan saya sangat berkaitan dengan apa yang telah saya baca. Begitu pula dengan buku Joel Osteen ini, meski mungkin buku lainnya ada juga yang hampir sama, namun hanya sama halnya dengan renungan, ketika saya membaca buku “Become A Better You”, saya merasa tiap cerita yang saya baca sama dengan kejadian yang sementara saya alami saat itu. Dan saya percaya ini memang bukan kebetulan tapi memang pekerjaan Roh Kudus, yang mengingatkan saya lewat bahan bacaan yang saya baca.

Hari ini saya tiba di bab ke-6, dimana topik “Naik Lebih Tinggi” ini terdapat quote yang tertera di cover belakang yang telah saya tuliskan di atas. Betapa menguatkan saya lagi tentang banyak hal yang akhir-akhir ini sedang saya hadapi dalam hidup ini.Beberapa hari lalu saya membaca di tweet Konghee, seorang pembicara hebat juga, di quotenya menyatakan bagaimana untuk naik ke level yang lebih tinggi kita memerlukan perubahan. Akhir-akhir ini saya sering merasa hampa,kosong tapi malah pikiran dan perasaan saya dipenuhi rasa kekhawatiran. Saya merasa jauh dari Tuhan, hingga hampir di setiap seruan doa saya, saya pun tidak mendapati apa-apa. Apalagi hari-hari terakhir ini, saya penuh rasa khawatir tentang hari esok, saya merasa dibingungkan dengan apa yang akan menjadi prioritas saya sekarang dan nantinya, akhirnya saya pun kerap diam dan membiarkan banyak hal terjadi tanpa adanya antusias dari saya untuk menghadapinya.

Saya percaya saya sedang dalam perjalanan menuju ke level yang lebih tinggi. Saat ini saya telah menggenggam banyak hal yang sangat berbeda dengan tahun lalu. Namun saya juga menyadari dalam perjalanan saya, ada saat dimana ‘stuck’ terjadi dan membuat saya harus mereview atau merestorasi penyimpangan apa yang terjadi dalam hidup saya. Akhir-akhir ini saya khawatir tentang perubahan yang akan terjadi dalam kehidupan keluarga saya, hubungan saya dengan mama. Padahal seharusnya saya senang, karena perubahan ini adalah salah satu mimpi yang telah saya tuangkan sebagai resolusi tahun ini. Namun entah kenapa kekhawatiran terus menghantui saya. Kerap untuk berpikir positif saja, terasa sudah tidak mampu untuk dilakukan. Namun, itu bukan pilihan, saya harus tetap memutuskan untuk selalu berpikir seperi quote yang saya baca, perubahan itu penting karena sebenarnya itulah jalan menuju ke kehidupan level yang lebih tinggi. Saya pun yakin, apa yang telah saya dapatkan sebagai kesuksesan di tahun ini, yaitu mendapatkan pekerjaan sesuai yang diinginkan hanya merupakan sebuah awal. Kesuksesan sebenarnya ada di tiap level kehidupan yang lebih tinggi lagi. Dan saya perlu juga melalui perubahan kecil dalam hal hubungan keluarga saya, hingga ini menjadi bagian dalam memuluskan perjalanan saya menuju the next level.

Seperti yang diajarkan Joel Osteen lewat bukunya “Become A Better You”, Tuhan sedang mempersiapkan hal-hal yang besar bahkan jauh lebih besar dari apa yang mampu kita bayangkan, betapa kata-kata ini turut memiliki andil yang besar dalam kisah hidup saya, saya akan terus mempercayai bahwa saya bisa berpikir yang baik tentang masa depan saya, karena Tuhan telah menyiapkan dan akan memberikan yang jauh lebih baik daripada semua yang mampu saya bayangkan.

OPINI

“Children Traficking”

Setelah me-review kembali visi hidup saya, hari ini topik fokus di koran yang saya baca malah membuat saya bertanya “apa bisa saya orang kecil seperti ini merealisasikan mimpi saya yang besar itu dan memecahkan persoalan anak bangsa yang semakin saya sadari berjumlah bak butiran pasir di laut?!”

Belum lama ini saya pernah meliput kasus traficking anak yang diduga dilakukan oleh orang tuanya sendiri. Modusnya mungkin tidak se-ekstrim kasus perdagangan anak yang lain. Kelihatannya tidak ada masalah yang terlalu besar dan bahkan tudingan persoalan penjualan anak dibantah langsung oleh orang tua yang bersangkutan.

Sebut saja bunga, gadis 11 tahun yang hampir menyelesaikan studinya di bangku sekolah dasar. Saat saya temui, bunga tengah menjalani masa kehamilan dengan usia kandungan kisaran 7 bulan. Dirinya tinggal dengan seorang kakak, ibu dan ayah yang sudah sakit-sakitan, tapi tetap bekerja sebagai petani kangkung di kawasan ujung jakarta barat. Dalam rumah yang berlubang-lubang itu, keluarganya tinggal dengan keluarga ibunya yang lain.

Dimasa awal pertumbuhan masa suburnya , janin di kandungan Bunga dibuahi oleh seorang kakek berusia 60 tahun yang adalah tetangganya sendiri. Orangtua Bunga mengakui hal itu merupakan ‘kecelakaan’ dan karena telah mengenal lama sosok tetangga mereka itu, keluarga Bunga telah memaafkan, dengan catatan anak yang akan dilahirkan kelak akan diurus oleh keluarga kakek tersebut juga biaya perawatan Bunga menjadi tanggungan mereka.

Dari kasus yang saya ceritakan di atas, seakan memang tidak ada masalah. Namun, sebagai seorang jurnalist saya tahu bahwa kasus itu muncul ke permukaan dan diangkat oleh banyak media bukanlah sekedar ‘asap tanpa api’. Karena memang permasalahannya bukan apakah persoalannya telah tuntas atau belum, namun budaya untuk menghentikan persoalan yang serupa, itulah tujuan kita para jurnalist.

Dalam kasus yang dialami Bunga, memang persoalannya telah selesai menurut pihak-pihak yang bersangkutan. Karena Bunga dan sang kakek telah dinikahkan secara agama meski belum secara negara karena Bunga yang belum cukup umur untuk menikah. Juga kata ‘damai’ telah disepakati kedua belah pihak sesuai pengakuan mereka agar masalah tak berlanjut. Namun sebenarnya hal ganjil yang didapati yaitu kasus ini tidak dibawah ke ranah hukum sebagai kasus pemerkosaan oleh keluarganya. Ok kalau dengan dalih tidak mau memperpanjang masalah hingga keluarga tidak mempersoalkannya. Namun persoalannya malah menjadi cerita masyarakat dan secara tidak langsung seakan jadi hal yang dapat dicontoh masyarakat sekitarnya. Akhirnya dengan persoalan yang selesai dengan kata damai terselubung itu, malah menjadi isu yang juga didengar para wartawan sebagai bentuk ‘penjualan janin Bunga kepada sang kakek’ yang dilakukan orang tua Bunga. Tentu tidak dengan pengertian janin saja, namun eksploitasi seks juga terjadi. Dengan alasan kemiskinan, orang tua Bunga rela menjual anaknya yang masih dibawah umur itu untuk ‘dinikmati’ masa mekarnya sebagai gadis muda oleh seorang kakek yang terbilang memiliki kehidupan materi yang lebih baik di kawasan rumah tinggal mereka itu.

Kasus Bunga ini pun seakan telah selesai, namun benarkah memang telah tuntas permasalahnnya?! Di usia yang relatif labil ia harus melahirkan seorang anak yang tak dikehendakinya, siapakah yang harus bertanggung jawab? bagaimana dengan dampak di masa depannya, siapakah juga yang harus bertanggung jawab? entah karena kelakuan bejat sang kakek atau tindakan tanpa belas kasihan orang tua, semua resiko harus ditanggung seorang anak yang masih panjang perjalanan hidupnya itu.

Mungkin banyak kasus Bunga-Bunga yang lainnya, dan kemungkinan itu sangat besar presentasi kemungkinan benarnya. Terlihat dari banyaknya kasus perdagangan anak yang terjadi. Dari data Komnas Perlindungan Anak jumlah kejahatan perdagangan anak sekitar 95.000 kasus, dan sekitar 38%nya kasus eksploitasi seks anak (data 2009,sumber:kompas). Dengan latar belakang masalah ekonomi dan alasan mencari kerja, modus perdagangan anak ini terjadi, baik secara terorganisir dengan adanya para agen/tekong penjual dan pembeli anak, maupun juga yang secara dipaksa oleh pihak keluarga korbannya sendiri. Tujuan operasi ini tak berhenti sampai di eksploitasi seksual saja, seakan kejahatan yang melahirkan kejahatan lainnya, seperti menjadi lingkaran masalah tanpa akhir. Kasus eksploitasi sexual anak condong berangsur menjadi kasus perbudakan atau bahkan yang lebih tak bermanusiawi, bentuk anarkis pengambilan organ tubuh.

Sungguh ironis memang kalau kita semakin menyadari kenyataan ini. Masalah anak seakan menjadi bom waktu yang saat disadari dampak besarnya langsung di depan mata. Pelacuran semakin merajalela yang secara tidak sadar para anak korban eksploitasi seks ini juga menjadi pembawa benih penyakit menular seksual di generasi mendatang. Perbudakan menjadikan anak-anak ini rentan terhadap tindakan kriminal. Akhirnya kemiskinan melahirkan kemiskinan karena akar masalahnya yang tidak terselesaikan.

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.